Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar terus melakukan upaya penanganan genangan melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur drainase. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibbin turun langsung memantau progres sejumlah proyek strategis yang ditujukan untuk mengurangi potensi genangan di sejumlah titik, Selasa (22/9/2026).
Mas Ibbin mengatakan peninjauan proyek strategis kali ini dilakukan untuk menangani genangan di sekitar aliran sungai wilayah Kelurahan Plosokerep yang sempat meluber. Untuk itu, pihaknya meninjau kondisi aliran dari hulu hingga hilir yang mengarah ke Kota Blitar.
Dalam pemantauan tersebut, Mas Ibbin memonitoring proyek pemecah aliran sungai agar debit air berkurang di Jalan Sawunggaling. Selain memantau proyek pembangunan drainase di lokasi tersebut, pihaknya juga memantau proyek pembangunan serupa di Jalan Cisadane dan Jalan Anggrek Kota Blitar.
Menurut Mas Ibbin, tersebut disiapkan untuk mendukung sistem drainase yang lebih tertata sekaligus mengantisipasi potensi genangan saat musim penghujan. Pihaknya meminta pada pekerja sebelum akhir Desember 2026 proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.
"Fokus menangani genangan - genangan maupun potensi banjir yang ada di Kota Blitar. Pemerintah siapkan infrastruktur biar Kota Blitar rapi tidak ada persoalan genangan mumpung saat ini belum hujan," terang Mas Ibbin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar, Erna Santi menambahkan, pembangunan irigasi dan drainase di Jalan Sawunggaling untuk mengurangi debit air yang tinggi saat musim hujan yang berpotensi menyebabkan genangan. Erna menjelaskan pemecah aliran tersebut berfungsi mengurangi debit air yang menuju ke Sungai Urung-Urung yang kemudian dialirkan ke Sungai Jurang Sembot di Jalan Sawunggaling.
Besaran anggaran proyek tersebut bervariasi, mulai dari Rp. 548 sampai Rp. 718 juta yang bersumber dari APBD Kota Blitar tahun anggaran 2026. Waktu pengerjaannya juga berbeda-beda, mulai dari 60 hingga 90 hari. Namun dipastikan sebelum akhir Desember 2026 seluruh progresnya selesai.
"Pembangunan Irigasi di jurang sembot, Kali Cari sebenarnya untuk mengurangi debit air yang mengarah ke sungai urung - urung, awal tahun 2025 sudah dilakukan survei be untuk melihat hulu hingga hilir," kata Erna.
Dalam monitoring tersebut, Wali Kota Blitar turut didampingi Kepala Bapperinda, Kepala BPKAD, Kepala Diskominfotik, serta Camat Kepanjenkidul. (Fan)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023