Kota Blitar - Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman gerobak di Kota Blitar mendapatkan pelatihan kewirausahaan sekaligus bantuan modal usaha dari Lazisnu PBNU Jawa Timur yang bekerja sama dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret). Program pemberdayaan ekonomi tersebut berlangsung selama dua hari, 13 dan 14 Juni 2026, di SMK Islam Kota Blitar.
Muhammad Rofi'i - Sekretaris Lazisnu PBNU Jawa Timur mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan yang sebelumnya telah diserahkan secara simbolis, dan kini diwujudkan dalam bentuk pendampingan usaha bagi para pelaku UMKM.
“Ada sekitar 30 yang kita bantu, mulai dari pelatihan, kemudian modal usaha, kemudian gerobak,” ungkap Rofi’i.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Mulai dari membangun pola pikir kewirausahaan, menciptakan produk makanan dan minuman yang diminati konsumen serta aman dikonsumsi, hingga memperbaiki tampilan gerobak sebagai bagian dari strategi pemasaran dan penguatan identitas usaha.
Selain itu, para peserta juga dibekali kemampuan dasar pengelolaan usaha seperti menghitung modal, keuntungan, serta membuat pencatatan keuangan sederhana. Materi mengenai legalitas usaha dan akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah turut diberikan dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar.
Usai mengikuti pelatihan, masing-masing peserta menerima bantuan berupa modal usaha dan gerobak untuk menunjang pengembangan usaha mereka. Total bantuan yang disalurkan dalam program pemberdayaan tersebut mencapai sekitar Rp170 juta untuk 30 penerima manfaat.
“Kita ingin masyarakat kita ini diangkat derajatnya melalui usaha. Maka bantuan modal usaha dan perlengkapan usaha ini harapan kita mengangkat mereka secara ekonomi, secara finansial dan juga mempengaruhi kehidupan mereka,” jelas Rofi’i.
Menurut Rofi, Lazisnu PBNU saat ini mulai mengarahkan program bantuan dari pola yang bersifat konsumtif menjadi bantuan produktif yang berorientasi pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, penerima manfaat diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Lazisnu Kota Blitar diminta melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala kepada para penerima bantuan. Langkah ini dilakukan agar usaha yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. (Lang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023