Kota Blitar - Polemik keberadaan burung blekok atau kuntul di kawasan Alun-Alun Kota Blitar menjadi perhatian publik. Menanggapi isu yang beredar, Pemerintah Kota Blitar menegaskan langkah yang dilakukan bukan pengusiran, melainkan penataan secara humanis dan ramah lingkungan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menjelaskan bahwa upaya tersebut bertujuan mengarahkan sebagian populasi burung agar berpindah secara alami ke lokasi yang lebih sesuai.
“Bukan mengusir, tapi kami ingin burung ini berpindah ke habitat yang lebih mendukung, seperti di kawasan Ecopark Joko Pangon,” ujarnya.
Wali Kota Mas Ibin menambahkan, alat yang digunakan bukan teknologi canggih, melainkan metode sederhana berupa kaleng atau “komplong” diisi dengan material. Komplong tersebut akan menimbulkan bunyi saat tertiup angin, sehingga membuat burung berpindah secara alami.
Penataan ini dilakukan sebagai respons atas penumpukan kotoran burung di sisi utara alun-alun yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung, pedagang, dan pengguna jalan.
Sejumlah upaya juga dilakukan secara bertahap, termasuk memanfaatkan aktivitas di sisi selatan alun-alun seperti panggung musik saat Car Free Day yang turut memengaruhi persebaran burung. Hasilnya, kondisi di beberapa titik alun-alun kini mulai lebih nyaman digunakan masyarakat untuk beraktivitas. (pang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023