Kota Blitar - Pemkot Blitar melalui Dinas Kesehatan Kota Blitar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis leptospirosis di tengah musim pancaroba. Selain mengikuti imbauan Kementerian Kesehatan RI, Langkah ini dilakukan usai kasus leptospirosis terdeteksi di Kota Blitar.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan peningkatan kewaspadaan dilakukan usai dinas setempat mendeteksi adanya pasien dengan gejala mengarah ke leptospirosis. Setelah dilakukan pemeriksaan darah, hasilnya dinyatakan positif.
“Setelah berpengalaman mengatasi kasus positif pada manusia di tahun 2022, tahun ini dari pemeriksaan di faskes ada pasien yang mengarah gejalanya pada infeksi ini,” ungkap Dissie.
Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Kesehatan Kota Blitar minggu ini mulai melakukan trapping atau penangkapan tikus di sejumlah wilayah. Sampel tikus hasil trapping kemudian dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL) Surabaya, guna memastikan ada tidaknya bakteri leptospira pada hewan pengerat tersebut.
“Dari hasil trapping bagian sampel tubuh tikus ini kita kirim untuk pemeriksaan di balai besar yang ada di Surabaya untuk dipastikan apakah ada bakteri leptospira di tubuh tikus,” ujarnya.
Sambil menunggu hasil laboratorium, Dissie mengimbau masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak langsung dengan genangan air yang berisiko tercemar urin tikus. Karena bakteri leptospira dapat menyebar melalui urin tikus yang terinfeksi bakteri leptospira. (pang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023