Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sigap melakukan penanganan terhadap serangan penyakit kresek yang ditemukan pada lahan padi seluas 1,87 hektar. Penyakit yang disebabkan bakteri Xanthomonas campestris ini terdeteksi setelah adanya laporan dari lahan pertanian di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo.
Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh mengatakan usai menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penelusuran dan pendampingan. Menurutnya, penyakit kresek dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menyebabkan daun mengering dan menguning, hingga meningkatkan risiko gagal panen. Penyakit ini umumnya muncul pada fase vegetatif maupun generatif, terutama saat tanaman mulai mengisi bulir. Gejala awal biasanya terlihat dari pucuk daun yang menguning.
"Begitu ada laporan dari lahan di Kelurahan Tlumpu, kami langsung melakukan pengecekan dan penelusuran secara masif. Total ada 1,87 hektar yang terindikasi terserang kresek dan ini langsung kami tindak lanjuti,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian, DKPP Kota Blitar, Mesianah menambahkan beberapa faktor pemicu serangan penyakit kresek antara lain pemupukan nitrogen (N) yang berlebihan, kelembaban tinggi, serta curah hujan yang meningkat. Karena itu, pengendalian dilakukan secara terpadu dan berbasis teknis budidaya.
"Kami sarankan petani melakukan pengaturan air dengan baik untuk membuang kelebihan air di sawah, menambah unsur hara P, K, S dan unsur mikro, serta menggunakan kapur pertanian untuk menekan keasaman tanah. Penggunaan agen hayati juga kami dorong karena lebih ramah lingkungan dan efektif mengendalikan penyakit,” ujarnya.
DKPP Kota Blitar mengimbau agar petani meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini agar produktivitas padi tetap terjaga. (pang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023