Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bertema Kolaborasi Bersama Cegah dan Atasi Stunting di Balai Kota Koesoema Wicitra, Jumat (19/12/2025).
Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto mengatakan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi yang harus dicegah melalui pendekatan multisektor dengan mengakselerasikan program pemerintah pusat dan daerah. Selain itu juga mengacu lima pilar pencegahan stunting yang terdiri dari lembaga penanggung jawab upaya percepatan pencegahan stunting, tiga wilayah prioritas, strategi intervensi pencegahan stunting serta penyiapan strategi kampanye nasional.
“Pencegahan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi sektor, mulai dari lima pilar pencegahan, strategi intervensi, hingga penguatan kampanye bersama,” ujarnya.
Mujianto menjelaskan, penguatan TPPS dilakukan melalui sinergi lintas sektor serta peningkatan sosialisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Mengingat saat ini, angka stunting Kota Blitar berada di 11,4 persen, lebih rendah dari target nasional 14 persen. Meski masih dibawah target nasional namun upaya edukasi serta pemantauan status gizi ibu hamil serta balita tetap dioptimalkan.
Monev TPPS turut dihadiri Sekretaris Daerah, TPPS, Tim Pendamping Keluarga, serta narasumber dari Dinas Kesehatan dan Bapperinda Kota Blitar sebagai bagian dari komitmen bersama menuju zero stunting. (Fan)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023