Kota Blitar - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Hewan Dimoro, Kecamatan Sukorejo, pada Senin (4/5/2026).
Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh turun langsung memantau kondisi kesehatan hewan ternak, khususnya sapi. Dari hasil pemeriksaan terhadap ratusan ekor sapi, ditemukan dua ekor terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
“Peternak kami imbau untuk membawa pulang hewan yang terindikasi sakit, dan lokasi di pasar langsung kami sterilkan. Sapi tersebut berasal dari luar Kota Blitar,” ujar Dewi.
Penyakit LSD diketahui menyerang sapi dan kerbau, dengan gejala seperti muncul benjolan pada kulit, demam tinggi, penurunan nafsu makan, keluarnya cairan dari mata dan hidung, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga penurunan produksi susu.
DKPP juga mengingatkan para pedagang agar tidak membawa hewan ternak yang terindikasi penyakit, seperti LSD maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ke pasar guna mencegah penularan ke hewan lain.
Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pemeriksaan meliputi suhu tubuh, kondisi fisik, serta usia hewan untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban. Sapi minimal berusia dua tahun, sedangkan kambing minimal satu tahun.
Berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan hewan kurban di Kota Blitar masih mencukupi. Tercatat stok sapi sebanyak 1.031 ekor, kambing 2.150 ekor, dan domba 600 ekor. Jumlah ini dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan kurban, yang pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 532 ekor sapi, 1.461 kambing, dan 55 domba.
“Untuk stok hewan kurban saat ini di Kota Blitar masih aman,” tegas Dewi.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kota Blitar memastikan kesehatan hewan ternak tetap terjaga serta menjamin keamanan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat. (Lang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023