Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas P3AP2KB gelar mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak di SMK Telkom Brawijaya, Senin (09/02/2026). Dalam agenda itu, Dinas P3AP2KB memberikan pemahaman terkait faktor pernikahan dini serta penyuluhan terkait masa ideal usia nikah.
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto menjelaskan pernikahan dini masih menjadi salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah. Di Kota Blitar sendiri, selama tahun 2025 menerima 17 pengajuan dispensasi nikah. Jumlah itu dinilai cukup banyak, karena geografisnya hanya terbagi dalam 3 kecamatan.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi tersebut, pihaknya turut menyampaikan dampak atau resiko pernikahan dini. Untuk sisi kesehatan misalnya, calon ibu yang usianya belum mencukupi, beresiko mengalami anemia, kanker serviks, komplikasi kehamilan hingga melahirkan bayi stunting.
"Karena dengan usia yang belum mencukupi, maka resiko tinggi akan kematian ibu dan bayi itu sangat besar. Termasuk juga terkait dengan kanker servik, serta ketidak siapan organ reproduksi, serta pernikahan dini juga dapat menyebabkan stunting," katanya.
Tidak hanya kesehatan, Mujianto menyebut, pernikahan dini juga bisa berdampak pada sisi psikologis. Karena tingginya tanggung jawab sebagai pasangan suami istri atau orang tua, dapat memicu kecemasan, depresi kronis, hingga berakhir pada Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).
Mujianto berharap generasi muda mampu menjaga diri dengan memahami faktor-faktor penyebab pernikahan dini. Yang paling umum yaitu karena pergaulan bebas. Untuk itu, pihaknya turut menggandeng stakeholder guna meningkatkan pengawasan hingga memperketat perizinan usaha tempat kos. Pihaknya turut memastikan sosialisasi di lembaga sekolah ini akan terus berlanjut ke SMP-SMA di wilayah Kota Blitar. (lang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023