Kota Blitar - Di tengah derasnya arus digital dan tantangan anak muda masa kini, Kota Blitar justru melahirkan sosok remaja perempuan yang memancarkan harapan baru. Dialah Kavka Sabreena Putri Cahyono, gadis 16 tahun yang membuktikan bahwa suara anak bukan hanya perlu didengar, tetapi mampu mengguncang perubahan.
Dengan prestasi sebagai Juara 1 Duta Anak Kota Blitar 2024, perjalanan Kavka bukan sekadar cerita kompetisi melainkan kisah metamorfosis seorang anak pendiam yang berani melangkah, berani bersuara, dan kini menjadi inspirasi bagi ribuan anak Kota Blitar.
Kavka mengaku dirinya dulu bukanlah tipe siswa yang aktif berbicara di depan umum. Meski demikian tak ingin tetap bertahan di zona nyamannya,ia mencoba memberanikan diri untuk terjun menerpa diri berproses bersama rekan sebayanya di Forum Anak Bumi Bung Karno Kota Blitar. Di sana ia menemukan ruang aman, teman teman yang merangkul, sekaligus kesempatan belajar pertama tentang apa itu organisasi dan bagaimana bekerja bersama.
"Saya dulu pendiam sebenarnya, Saya mikir kalau l gini-gini saja, gimana nanti seterusnya, apalagi kita saat ini hidup di tengah era disrupsi digital jadi saya sadar hal apa nih yang kedepan bisa saya lakukan. Akhirnya saya mengabdi sebagai Duta Anak dan tergabung di Forum Anak Kota Blitar. Setelah paham tugas kami, saya makin tergerak. Ternyata anak-anak juga punya peran dalam mendukung pembangunan Kota Blitar. Dari situ saya jatuh cinta, dan rasanya sayang kalau advokasi hanya berhenti engga dilanjutkan bareng-bareng," ungkapnya.
Dalam forum anak, Kavka terus belajar dalam memahami lima klaster hak anak meliputi hak sipil dan kebebasan, hak perlindungan dan pengasuhan, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, hak pendidikan dan budaya, serta hak perlindungan khusus. Melalui forum anak Kota Blitar kavka bersama rekannya dinaungi DP3AP2KB Kota Blitar mengumpulkan perwakilan sekolah dan komunitas untuk berdiskusi tiap klaster melalui program kreatif bernama SARAPAN NASTAR (Saran dan Harapan Anak-anak Kota Blitar). Yang membuatnya berbeda, program ini juga melibatkan teman-teman disabilitas dan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dari Lapas Anak dengan harapan tidak boleh ada anak anak yang merasa tertinggal dan tidak terangkul.
Tak hanya aktif di tingkat kota, Kavka juga sempat mengikuti kegiatan Forum Anak Jawa Timur. Di sana ia bertukar gagasan dengan perwakilan dari berbagai kabupaten/kota, mempelajari kondisi sosial masing-masing daerah, dan saling berbagi program inspiratif.
Ketika ditanya apa aspirasinya yang ingin disampaikan kepada Walikota Blitar, Kavka berharap pemerintah daerah semakin membuka ruang partisipasi anak.
“Saya ingin sampaikan kepada mas wali agar kedepan lebih beragam lagi program yang lebih melibatkan anak, terutama di bidang pendidikan. Kami juga berharap ada penguatan perlindungan anak untuk mencegah kekerasan dan bullying. Dengan dilibatkan sejak dini, anak-anak kota blitar tentu bisa belajar kritis dan tergerak melakukan hal positif sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.” ujarnya.
Di akhir, Kavka menyampaikan pesan yang menjadi napas perjalanannya hari ini.
“Untuk anak anak di Kota Blitar, Jangan pernah menyiakan kesempatan yang datang, sekecil apapun kesempatan positif itu hadir didepan kita, jangan takut untuk mengambil peran. dari langkah kecil justri kita bisa banyak berkontribusi membawa dampak luas bagi sekitar," tutupnya.
Kisah Kavka bukan hanya tentang prestasi, tetapi bukti bahwa ketika anak diberi ruang, mereka bukan sekadar penerus mereka adalah penggerak. Kota Blitar patut berbangga memiliki sosok remaja yang membawa optimisme untuk masa depan. (pang)
Berita Populer
by Admin Kota | 13 Jun 2019
by Admin Kota | 10 May 2019
by Admin Kota | 15 Aug 2025
by Admin Kota | 22 Jun 2023
by Admin Kota | 04 Mar 2019
by Admin Kota | 11 Jan 2023