08 November 2018

RSUD Mardi Waluyo Siapkan Ruang Isolasi Bagi Penderita HIV-Aids

RS Mardi Waloyo

Sejak tahun 2016, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar membuka layanan untuk penderita HIV-Aids. Dibuka setiap hari Senin. Rata-rata dimanfaatkan sekitar 30 orang. Bagi yang beresiko dan mengikuti tes baik secara sukarela atau inisiasi petugas kesehatan, namun hasilnya negatif, akan diminta mengulang kembali 3 bulan berikutnya. Pengulangan tes dilakukan hingga 7 kali berturut-turut. Sementara bagi yang terdiagnosa positif, atau stadium 1 dan 2 mengikuti terapi.

Sultonah, Perawat Konselor RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mengatakan, bagi pasien yang positif  HIV-Aids dan sudah pada stadium 3,4, memiliki daya tahan tubuh sangat rendah, sehingga  membutuhkan rawat inap. Mereka ditempatkan dalam ruang isolasi khusus. Namun ruangan disamarkan, agar tidak terkesan diskriminasi dan mengucilkan pasien. Selain itu, karena daya tahan tubuh buruk, pasien ODHA rentan tertular penyakit lain.
“Ruang isolasi disiapkan bukan karena penyakitnya ODHA menular.Namun sebaliknya ODHA itu rentan tertular penyakit dari pasien lain. Untuk ruangan isolasi juga kita samarkan,” jelas Sultonah.

Menurut Sultonah, klinik HIV-Aids terbuka bagi masyarakat umum, baik yang berdomisili di Kota Blitar maupun berasal dari luar Kota Blitar. Meskipun untuk terapi HIV-Aids meliputi pemeriksaan lab 3 metode dan ARV, gratis, namun untuk pengobatan Infeksi Oportunistik (penyakit penyerta), membutuhkan biaya sendiri. Untuk itulah pihaknya menyarankan, bagi para pasien ODHA untuk mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS, agar mendapatkan pelayanan secara gratis. (Ram) 



Dibaca : 61