12 Oktober 2018

Masyarakat Apresiasi Positif Sosialisasi Produk Hukum

Masyarakat Kota Blitar sebagai peserta Sosiaisasi Produk Hukum .

Sebagai peserta sosialisasi Produk Hukum Daerah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Blitar melalui Bagian Hukum dan Organisasi Sekretariat Daerah Kota Blitar di Balaikota Kusumo Wicitro, Kamis (11/10), sebagian masyarakat. 

Masyarakat Kota Blitar mengapresiasi positif sosialisasi ini. Bagus Prijatmoko, satu di antara peserta sosialisasi mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat paham tentang perda yang sudah diberlakukan ini. Ketua RW 02 Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ini mengatakan, dengan sosialisasi ini masyarakat mengetahui Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggara Usaha Tempat Kos, Perda No. 5 Tahun 2017 tentang Analisis Dampak Lalu Lintas dan Perwali No. 18 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengawasan Dampak Lalu Lintas telah diberlakukan. Masyarakat dan pengusaha kos memahami peraturan yang diterapkan sebagai dasar hukum. Kondisi lingkungan bisa terjamin keamanan dan kenyamanannya. Masyarakat bisa mengetahui apa yang harus dilakukan, jika terjadi penyalahgunaan tempat kos dan juga memahami tentang analisis dampak lalu lintas. 
Alhamdulillah dapat pengetahuan tentang peraturan daerah ini. Agar tidak terjadi polemik memang perlu pengetahuan sehingga dapat ikut menyelesaikan permasalahan. Karena mengetahui dasar hukum yang jelas, kata Bagus. 

Hal senada juga disampaikan Widiharto, peserta sosialisasi dari Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Ketua RW 08 Kelurahan Klampok ini menilai positif, karena saat ini di wilayah Kota Blitar termasuk di wilayah Kelurahan Klampok, juga tumbuh kembang usaha tempat kos. Sehingga perlu adanya perda dan diketahui masyarakat, kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan.  Sedangkan untuk analisis lalu lintas, meski di wilayah Kelurahan Klampok masih sepi lalu lintas, namun pemahaman tentang aturan tetap perlu dilakukan . 
Ini positif sekali dan sangat perlu. Nantinya bisa disampaikan dalam pertemuan-pertemuan RT/RW sehingga masyarakat luas juga mengetahui tentang peraturan yang kaitannya  dengan kos-kosan. Di Klampok juga tumbuh kos-kosan, kata Widiharto. 

Meskipun hanya sebagian masyarakat yang menjadi peserta, diharapkan peserta bisa menyebarluaskan pengetahuan tentang peraturan ini ke masyarakat lain di sekitarnya. (Der) 



Dibaca : 27