14 Mei 2018

SDN Kepanjenlor 3 Siap di Tunjuk Sebagai Pilot Project Sekolah Inklusi

Meskipun Pemerintah belum mencanangkan sekolah inklusi namun dikota Blitar sudah menyelenggaerakan. Satu diantaranya SDN Kepanjenlor 3, 5a tahun terakhir ini sudah menjalankan sekolah inklusi yakni layanan pendidikan yang menyertakan semua anak termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Sunarti S.Pd, kepala SDN Kepanjenlor 3 mengatakan saat ini ada lima siswa ABK yang menuntut ilmu di sekolah yang ada dijalan masjid utara No 22. Mereka tersebar di kelas 2,3,4 dan 5. Dalam keseharian, mereka tidak dibedakan dengan siswa reguler kecuali dalam pelayanan pengajaran. Karena secara akademik ABK tidak bisa dipaksakan. Namun demikian, seluruh siswa reguler sudah memahami dengan kondisi temannya yang ABK. Sehingga tidak mengucilkan.

“Anak-anak sudah sangat memahami dengan kondisi teman yang ABK. Kalaupun beda pendapat dengan ABK, mereka akan mengalah,”kata Sunarti.

Sunarti menilai dengan adanya siswa ABK dilembaga sekolah menjadi pertanda jika sekolah bersangkutan memiliki grade yang lebih tinggi. Untuk itulah pihaknya mengajak lembaga sekolah yang lain, untuk membuka tangan lebar-lebar bagi para siswa ABK. Bahkan pihaknya siap menularkan pengalaman menjadi sekolah inklusi.Istilah lain siap jika ditunjuk sebagai pilot project sebagai lembaga sekolah negeri inklusi. 

“Menjadi sekolah inklusi tidak sulit. Karena pada dasarnya perlakuan anak sekolah reguler dengan ABK sama saja,”imbuh Sunarti.

Sementara itu Aslikah, walimurid dari Awi kurniawan,siswa ABK yang tercatat sebagai murid kelas 5 SDN kepanjenlor 3 mengajak masyarakat tidak malu dan minder, ketika dianugerahi ABK. Sebaliknya harus tetap bersyukur dan mengusahakan untuk tetap memberikan pendidikan terbaik baik akademik maupun non-akademik.

“ABK tetap bisa dikendalikan.Semisal anak saya, ketika masih usia TK sangat hiperaktif.Saat ini sudah kelas 5 dan sering bergaul dengan teman sebaya menjadi mudah diberitahu,”kata Aslikah (Ram)



Dibaca : 77















Close