13 Februari 2018

Kesejahteraan Jukir Kota Blitar Lebih Terjamin Dibandingkan Dengan Daerah Lain

Priyo Suhartono Kadisbub Kota Blitar

Penarikan retribusi parkir tepi jalan umum di Kota Blitar semakin ditertibkan. Hal ini sebagai pencegah pergerakan juru parkir atau jukir nakal yang bekerja tidak sesuai dengan ketentuan berlaku dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar. Untuk itu pihak Dishub Kota Blitar meminta kepada warga pengguna jasa layanan parkir untuk ikut membantu Pemkot dalam mempersempit perilaku curang para jukir. Salah satu cara yang bisa dilakukan antara lain dengan rajin meminta karcis parkir hologram resmi Pemkot Blitar saat berhenti di pertokoan maupun warung di sepanjang tepi jalan umum.

Priyo Suhartono, S.Sos., M.Si Kepala Dishub Kota Blitar mengatakan bahwa  selain keberadaan sejumlah jukir nakal, selama ini juga masih ditemukan warga yang enggan meminta karcis meskipun mereka tidak diberi karcis retribusi parkir. Alasannya karena warga merasa kasihan kepada jukir yang bersangkutan dan sering kali dianggap sebagai sedekah karena nominalnya yang kecil atau hanya Rp 2000. Padahal menurutnya selama ini kesejahteraan jukir di Kota Blitar cukup diperhatikan Pemkot. 

“Penghasilan jukir itu berasal dari 40% total pendapatan selama parkir. Selain itu, Pemkot juga memberikan seragam dan sepatu gratis, beras setiap bulan serta THR. Sehingga kami menilai, kesejahteraan jukir di Kota Blitar itu lebih terjamin kalau dibandingkan dengan jukir di daerah lain”, ungkap Priyo.

Untuk itu Priyo berharap agar ke depannya tidak ada lagi warga Kota Blitar yang merasa kasihan kepada jukir. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak meminta karcis parkir resmi. Di sisi lain ia mengakui kalau tidak melarang warga Kota Blitar untuk bersedekah kepada jukir asalkan para pengguna jasa layanan parkir di Kota Blitar tetap meminta karcis resmi. Tujuannya agar retribusi parkir tetap masuk PAD Kota Blitar.(vik)



Dibaca : 113